Angka Romawi 1 Sampai 100

Posted on

Rumusrumus.com – kali ini akan membahas tentang angka romawi 1 sampai 100 beserta pengertian angka romawi, sejarah, dan tabel angka romawi 1 sampai 100 lengkap beserta penjelasannya.

Pengertian Angka Romawi

Angka Romawi atau biasa disebut bilangan Romawi ialah sistem penomoran yang berasal dari jaman Romawi kuno. Sistem penomoran ini menggunakan huruf Latin untuk melambangkan angka numerik. Angka Romawi biasanya digunakan saat ini sebagai angka jam, penomoran sekuel film, bab buku dan penomoran seri event olahraga seperti Olimpiade.

Penulisan Angka Romawi

Di dalam angka romawi untuk penulisannya terdapat 2 jenis yaitu penulisan angka yang kecil dan yang besar dimana masing – masing penulisan itu berbeda – beda simbol dan caranya. Berikut penjelasan tentang masing – masing penulisan angka romawi.

  • Penulisan Angka Yang Kecil

Penulisan hanya di simbol kan dengan satu huruf tanpa tambahan simbol garis

 

  • Penulisan Angka Romawi Yang Lebih Besar

Sebuah garis diposisikan di atas simbol indikator perkalian dengan 1.000. contoh nya seperti gambar dibawah ini :

 

Tabel Angka Romawi 1 Sampai 100

Berikut adalah tabel penulisan angka romawi dari 1 sampai dengan 100

angka romawi 1 sampai 100angka romawi 1 sampai 100angka romawi 1 sampai 100

Cara mudah saat menuliskan angka yang besar dalam angka Romawi ialah dengan cara menuliskan ribuan terlebih dahulu, ratusan, puluhan dan kemudian satuan.

Misalnya : Angka 1988

  • Seribu ialah M
  • Sembilan Ratus ialah CM
  • Delapan puluh ialah LXXX
  • Delapan ialah VIII
  • Maka hasilnya : MCMLXXXVIII

Hipotesis Asal Mula Angka Romawi

Tanda talli

Salah satu hipotesis asal mula angka Romawi ialah bahwa angka Romawi Etruskan pada kenyataannya berawal dari torehan-torehan pada tongkat hitungan, yang dipakai para penggembala Italia dan Dalmasia hingga abad ke-19.

Oleh sebab itu, (I) tidak berasal dari huruf (I), melainkan dari torehan vertikal pada tongkat hitungan. Tiap torehan kelipatan lima dipotong ganda, contohnya,, , , dst., dan setiap kelipatan sepuluh yaitu dipotong silang (X), (IIIIΛIIIIXIIIIΛIIIIXII…), lebih seperti tanda talli Eropa pada saat ini.

Peristiwa ini menghasilkan suatu sistem posisi: Delapan pada tongkat penghitungan ialah delapan talli, IIIIΛIII. Dengan cara lain, bisa disingkat jadi ΛIII (ataupun VIII), karena kehadiran Λ mengimplikasikan sudah ada empat torehan sebelumnya.

Lebih jauh lagi, delapan belas ialah talli kedelapan setelah sepuluh talli pertama, yang bisa disingkat menjadi X, dan menjadi XΛIII. Demikian juga angka empat pada tongkat ialah torehan I sebelum potongan Λ (V), sampai bisa ditulis madi IIII ataupun IΛ (IV).

Oleh sebab itu, konsep sistem ini bukan penambahan maupun pengurangan, Akan tetapi urutan. Ketika talli-talli tersebut di rubah jadi tulisan, tanda yang mudah diidentifikasikan dengan huruf-huruf Romawi pada saat itu ialah I, V, dan X.

Dalam talli, V atau X yang kesepuluh mendapat coretan tambahan. hingga, 50 biasa ditulis dengan variasi seperti ini N, И, K, Ψ, , dll., akan tetapi mungkin yang lebih sering ialah bentuk ceker ayam seperti V dan I yang tumpang tindih: ᗐ.

Bentuk itu lalu diluruskan menjadi ⊥ (huruf T yang terbalik) sehingga periode kekuasaan Augustus, dan segera setelah itu diidentifikasi dengan huruf yang secara grafis menyerupai, yaitu L. Demikian juga, 100 ditulis ke dalam variasi Ж, ⋉, ⋈, H, atau dengan simbol-simbol untuk 50 seperti yang disebutkan di atas ditambah dengan coretan ekstra.

Bentuk Ж (X dan I yang tumpang tindih) kemudian jadi bentuk dominan. Bentuk itu kemudian ditulis dengan variasi >I< ataupun ƆIC, klalu disingkat jadi Ɔ atau C, sehingga akhirnya variasi C yang jadi pilihan karena C ialah singkatan dari centum, bahasa Latin untuk “ratus”.

Demikianlah penjelasan tentang angka romawi 1 sampai 100 beserta contoh nya, semoga bermanfaat

Artikel lainya :


Baca Juga :