Gaya Gesek

Posted on

Gaya Gesek – Halo gaes, bertemu lagi dengan saya. Pada kesempatan ini saya akan membahas apa itu gaya gesek? pengertian, rumus dan contoh soalnya. Jadi mari kita simak ulasannya di bawah ini.

Pengertian Gaya Gesek

Gaya gesek adalah gaya yang diarahkan terhadap pergerakan benda atau arah kecenderungan benda bergerak.

Gesekan terjadi ketika dua benda bersentuhan. Item yang ditampilkan di sini mungkin tidak padat, tetapi mungkin juga berupa cairan atau gas.

Menurut hukum Newton pertama, balok kayu di atas meja mengerahkan gaya normal yang berlawanan dengan gravitasi.

Jika arah gerakan adalah objek horizontal, maka entitas gaya normal (N) sama dengan berat objek (w).

Ketika balok kayu ditarik ke atas tali, dibutuhkan kekuatan. Hal ini disebabkan oleh gaya tersebut antara permukaan pembawa dan permukaan meja dalam arah yang berlawanan dengan arah pergerakan pembawa.

Gesekan dipengaruhi oleh berat benda dan kekasaran permukaan yang bersentuhan.

Pada permukaan yang licin, efek gaya yang dihasilkan sangat kecil, Anda bahkan dapat mengatakan bahwa itu tidak ada.

Gaya gesekan (Fg) yang terjadi ketika suatu benda belum bergerak disebut gaya gesek statis (Fs), sedangkan gaya gesek yang terjadi setelah benda bergerak disebut gaya gesek kinetis (Fk).

Saat balok tersebut diperpanjang, maka skala pegas secara bertahap meningkat.

Ini terjadi karena gaya gesek statis memiliki angka yang bervariasi dari nol hingga nilai maksimum tertentu.

Jumlah terbesar dicapai sesaat sebelum balok tersebut bergerak. Angka ini disebut gaya gesekan statis maksimum.

Rumus Gaya Gesek

1. Gesekan Statis

Gesekan statis adalah gaya yang bekerja ketika suatu benda diam sampai benda bergerak dengan akurat.

Misalnya, gesekan statis dapat mencegah Anda tergelincir dari tempat Anda berada. Gesekan statis juga dapat mencegah benda tergelincir di lereng.

Gaya gesek statis adalah hasil perkalian antara koefisien gesekan statis untuk gaya normal suatu benda.

Koefisien gesekan adalah jumlah yang bergantung pada kekasaran kedua permukaan yang saling berhubungan. Koefisien gesekan statis dilambangkan dengan μs.

rumus gaya gesek statis

Lihatlah gambar di atas untuk melihat arah gaya. Karena setiap objek stasioner bergerak di sisi kanan, ia memiliki nilai gesekan statis dan objek tidak bergerak ketika gaya yang diberikan lebih kecil dari nilai gesekan statis tersebut (karena arah gaya yang diterapkan ke arah gaya gesek selalu berlawanan adalah).

Objek karena itu dapat bergerak jika gaya yang diberikan lebih besar dari nilai gesekan ini.

Pada gaya gesek statis, berlaku persamaan :

Rumus : Fs = μs N

Dimana :
Fs = gesekan statis
μs = koefisien gesekan statis
N = gaya normal

2. Gaya Gesek Kinetis

Gesekan kinetis adalah gaya yang bekerja ketika suatu benda bergerak. Ketika objek diam bergerak langsung ke gerak, gaya aktuasi adalah GGS.

Jadi, ketika objek mulai bergerak, gaya yang terjadi adalah gesekan kinetis. Ketika tidak ada gesekan kinetis, objek yang menerapkan gaya selalu bergerak maju dan tidak berhenti karena tidak ada gaya gesekan yang memperlambatnya seperti di ruang angkasa.

Seperti halnya gesekan statis, nilai gesekan kinetis adalah hasil dari perkalian antara koefisien gesekan untuk gaya normal suatu objek.

Koefisien gesekan kinetik dilambangkan dengan μk. Biasanya, nilai koefisien gesekan kinetik selalu lebih kecil dari koefisien gesekan statis untuk bahan yang sama.

Pada gaya gesek kinetis, berlaku persamaan :

Rumus : Fk = μk N

Dimana :
Fk = gesekan kinetis
μk = koefisien gesekan kinetis
N = gaya normal
μk <μs
Fg = Fs atau Fk

Besar dari setiap koefisien gesek kinetis adalah tetap.

Contoh Soal Gaya Gesek

Objek dengan massa 50 kg berada di permukaan tanah. Pada objek, gaya 200 N bekerja secara horizontal. Hitunglah percepatan pada objek, jika :
a. bidang yang licin;
b. medan kasar dengan koefisien gesekan = 0,3 (g = 10 m / s2)?

Jawaban :

dimana :
m = 50 kg
μ = 0,3
F = 200 N
g = 10 m / s²

Ditanya :
a. Akselerasi objek dengan pesawat licin = …?
b. percepatan objek ketika bidang mentah (μ = 0,3) = …?

Jawab :

a. Bidang licin
F = ma lalu a = F / m
= 200/50
= 4 m / s

Jadi, percepatan yang ditimbulkan pada tingkat licin = 4 m/s2.

b. Bidang kasar (μ = 0,3)
N = sett
= mg
= 50 × 10 = 500 N

Fgesek = μ N
= 0,3 × 500
= 150 N

Ftotal = F – Fgesek
= 200 150
= 50 N

a = total / m
= 50/50
= 1 m / s

Jadi, percepatan yang dihasilkan di bidang kasar adalah = 1 m/s2.

Demikianlah penjelasan tentang materi Gaya Gesek, Pengertian, Rumus & Contoh Soalnya.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kalian dan bisa membantu tugas – tugas sekolah.

Baca Juga :

Related posts: