Contoh Hikayat

Posted on

Contoh Hikayat – Hikayat sendiri mungkin kurang familier atau asing di telingamu. Karena hikayat merupakan bentuk karya sastra lama yang umum sangat sepi peminatnya.

Contoh Hikayat

Walaupun begitu, artinya bukan tidak bagus karya sastranya loh…. Kalau kamu penasaran bagaimana contoh kisah hikayat tersebut, bisa kamu simak beberapa cerita hikayat dibawah ini!!!

BEBERAPA CONTOH HIKAYAT

HIKAYAT JOKO

Pada Zaman dahulu di Pulau Kalimantan, tinggalah seorang pedagang bernama Syah Alam. Beliau mempunyai seorang anak yang diberi nama Joko, ia tidak menggunakan uangnya dengan baik. Setiap saat ia menghamburkan uangnya hanya untuk berbelanja yang tidak begitu penting untuk kebutuhannya. Karena terlalu sayang pada anak satu-satunya itu, Syah Alam tidak tega untuk memarahinya sehingga beliau hanya bisa mengelus dada.

Hingga pada suatu hari Syah Alam jatuh sakit. Semakin hari sakit yang di derita oleh beliau semakin parah. Meskipun sudah banyak uang yang dikeluarkan untuk pengobatan Syah Alam, tetapi penyakitnya tidak juga sembuh, sehingga membuat keluarga beliau jatuh miskin.

Sebelum Syah Alam meninggalkan dunia, beliau berkata “Joko, Ayah sudah tidak bisa memberikan apa yang kau mau lagi, kamu harus bisa berusaha sendiri untuk mendapatkan uang nak. Jangan sia-siakan waktumu hanya untuk melakukan hal yang tidak penting. Bekerjalah dengan sangat giat, keluar dari rumah. Berusahalah kamu agar tidak terlihat oleh matahari, tapi terlihat oleh bulan.”

“Baik ayah, aku akan selalu ingat nasihatmu itu.”

Setelah beberapa bulan Syah Alam meninggal, Ibunda Joko juga jatuh sakit dan akhirnya pun sang Ibunda meninggal. Sejak saat itu menimpah Joko, ia bertekad untuk mencari pekerjaan. Ia teringat nasihat ayahnya yaitu Syah Alam agar tidak terlihat oleh matahari, tapi terlihat oleh bulan. Oleh karena itu, kemana pun ia pergi selalu memakai payung.

Pada suatu hari, Joko bertemu dengan seorang menteri yang pandai bernama Nasarudin. Menteri itu sangat heran dengan Joko yang selalu memakai payung saat berpergian kemana pun. Sehingga mmbuat Nasarudin bertanya kenapa Joko mengapa ia berbuat seperti itu.

Joko menjelaskan alasannya berbuat seperti itu. Menteri itu kaget dan tertawa, Nasarudin akhirnya menjelaskan yang sebenarnya, “Joko bukan begitu maksud dari nasihat ayahmu dulu. Tetapi maksudnya, bekerjalah sebelum matahari terbit dan pulanglah sebelum malam tiba. Jadi, tidak ada salahnya jika kamu terkena matahari.”

Setelah menjelaskan nasihat itu, Nasarudin memberi pinjaman uang kepada Joko. Menteri itu menyuruh Joko berdagang seperti yang dilakukan ayahnya dulu.

Kemudian Joko menjual macam-macam makanan dan minuman. Ia berjualan pada saat siang dan malam hari. Pada siang hari, Joko menawarkan makanannya, seperti nasi kapau, lemang, dan es limau. Dan jika Malam hari ia berjualan martabak, sekoteng, dan nasi goreng. Setelah lama berjualan usaha Joko dengan pesat semakin maju. Sejak saat itu Joko menjadi pedagang kaya seperti ayahnya dulu kala.

 

Hikayat Anak Hang Tiuh

Singkat cerita, hiduplah disuatu desa pasangan Hang Ahmad dan Dang Mumun. Mereka mempunyai anak laki-laki yang bernama Hang Tiuh. Keluarga kecil ini tinggal di sebuah desa bernama Sungai Duyung. Daerah itu, semua warga desa tahu yang memimpin wilayah tersebut terkenal sangat baik dan disegani oleh rakyatnya dia iyalah Raja Bintan.

Ahmad berkeluh kesah kepada istrinya agar mengadu nasib ke Raja, mungkin nasibnya akan lebih baik. Setelah ia berkata kepada istrinya, malamnya Hang Ahmad mendapat bunga tidur yaitu ada bulan turun dari langit dan bersinar di atas kepala Hang Tiuh. Lelaki tua tersebut kemudian bangun dan segera menemui anaknya dan ternyata ia mencium bahwa pemuda itu mengeluarkan bau yang wangi. Pagi harinya keluarga kecil tersebut mengadakan selamatan sebab kejadian semalam.

Keesokannya, Hang Tiuh membantu ayahnya membelah kayu sebagai persediaan untuk di rumahnya. Di waktu bersamaan, secara tiba-tiba datanglah para pemberontak akan membunuh semua warga desa. Dengan demikian banyak warga yang panik dan menyelamatkan diri, tetapi berbeda si pemuda itu masih tetap sibuk untuk membelah kayu. Dari kejauhan, ibu Hang Tiuh berteriak panik dan menyuruh Hang Tiuh untuk lari menyelamatkan diri. Namun, sudah terlambat karena para pemberontak sudah menjegat di depan pemuda tersebut.

Para pemberontak mencoba menusuk perut Hang Tiuh dengan keris tetapi pemuda itu berhasil menghindarinya. Dan ada kesempatan untuk Hang Tiuh menancapkan kapak yang ia genggam tepat di kepala pemberontak tesebut dan pada akhirnya pemberontak tersebut mati dihadapan Hang Tiuh.

Karena kejadian tersebut, semua warga menyebarkan beirta Hang Tiuh yang berhasil mengalahkan pemberontak sudah tersebar ke seluruh penjuru negeri. Pemuda itu pun diundang ke istana oleh sang raja. Sebagai bentuk dan rasa terima kasih pada Hang Tiuh, ia sering dipanggil untuk datang ke istana dan menjadi orang yang dipercayai oleh Raja Bintan.

Hal tersebut tentu saja membuat para Tumenggung dan pegawai-pegawai lainnya menjadi iri. Semua yang iri dengan Hang Tiuh bekerjasama untuk memfitnahnya. Tumenggung berkata pada raja bahwa Hang Tiuh melakukan pengkhianatan terhadap kerajaan dan sedang mendekati perempuan di istana bernama Dang Anjani.

Karena mendengar hal tersebut, Raja Bintan menjadi murka lalu menyuruh para pengawal untuk membunuh Hang Tiuh. Tetapi, Allah yang maha kuasa melindungi pemuda yang tidak bersalah tersebut. Sehingga membuat para pengawal tersebut tidak dapat membunuhnya. Dan karena tidak mau menimbulkan masalah lagi, akhirnya Hang Tiuh memilih untuk mengasingkan dirinya ke hutan.

Demikianlah pembahasan artikel kali ini, semoga bermanfaat dan menjadi ilmu pengetahuan baru bagi para pembaca.

Baca juga artikel lainnya :