Sistematika Penulisan Proposal

Posted on

Sistematika Penulisan Proposal – Sebuah usulan dimana dibuat dengan rangka mengadakan penelitian yang disesuaikan serta dirancang terhadap akan kebutuhan proses penelitian disebut proposal penelitian. Nah tahukah anda didalam pembuatan proposal dibutuhkan sistematika didalam menyusunnya ini. Maka untuk mengetahui bagaimana sistematika untuk membuat proposal ini ialah akan dijabarkan secara rinci dibawah ini

sistematika penulisan proposal

Berikut sistematika penulisan proposal penelitian secara umum ialah :

1. Latar Belakang Masalah 

Dimulai dari pengungkapan deksripsi dengan sistematis terhadap permasalahan yang akan dibahas secara makro dalam tingkat global menuju permasalahan bersifat mikro dimana terjadi pada lokasi yang akan diteliti merupakan teknik yang digunakan dalam hal ini.

Penulisan masalah ini dilaksanakan dimana memaparkan variabel terikat atau dependent sebagai variabel pikiran utama serta variabel bebas atau independent sebagai variabel pikiran penjelas. Sangat diperlukan untuk menonjolkan jika masalah itu begitu penting agar diatas serta menari agar diteliti merupakan unsur pokok yang harus ada pada penulisan ini.

Pada umumnya teknik menulis latarbelakang dilaksanakan agar memenuhi syarat – syarat berikut ini :

  • Konsekuensi apa yang terjadi jika masalah ini dibiarkan
  • Dimana hal tersebut terjadi
  • Actual – fenomena yang begitu teramati
  • Adakah kesenjangan
  • Intervensi apa yang relevan
  • Hal – hal yang ideal / normative / harapan
  • Masalah pokok atau utama

2. Batasan Masalah 

Diperlukannya batasan – batasan pada sebuah penelitian diperlukan dimana hal ini supaya ruang lingkup masalah tidak meluas atau melebar. Batasan tersebut mulai dari keterbatasan waktu, dana, tenaga, pengumpulan data terhadap analisanya, dan juga relevansi kualifikasi peneliti terhadap permasalahan yang akan menjadi pembahasannya. Seorang peneliti berwenang untuk memberikan batasan – batasam agar terlaksananya serta terselesaikannya suatu proses penelitian. Umumnya batasan ini akan memberikan pengaruh terhadap proses generalisasi atas hasil penelitiannya.

Berikut beberapa cara agar membatasi masalah ialah :

  • Membatasi, disini maksudnya ialah memilah satu maupun dua masalah yang telah diidentifikasikan dimana yang akan diteliti.
  • Menegaskan pengertiannya
  • Menjabarkan data – data dimana memberikan gambaran lebih rinci

Baca Juga : Perbedaan Hukum Publik Dan Hukum Privat

3. Perumusan Masalah 

Disini dengan menguraikan pendekatan maupun konsep untuk menjawab permalahan yang akan diteliti, hipotesis yang akan diuji, dugaan sementara yang akan dibuktikan. Pada perumusan masalah bisa dijelaskan definisi, asumsi, serta lingkup dimana menjadi batasan penelitian.

4. Tujuan Penelitian 

Tujuan merupakan jawaban atau pernyataan atas apa yang menjadi rumusan masalah pada penelitian yang ada. Pernyataan ini ialah hal – hal yang ingin dilaksanakan atau dicapai peneliti terhadap penelitiannya. Sehingga penulisan tujuan dibuat dengan mengacu terhadap masalah atau pertanyaan yang ditulis dengan kalimat pasif, hal ini dikarenakan tujuan ialah pernyataan kondisi yang ingin dicapai.

Tujuan dapat dibedakan menjadi dua yaitu tujuan umum dan khusus. Pada tujuan umum, biasanya berisikan mengenai hal yang akan diraih atas hasil penelitian, ialah menjawab masalah penelitian. Sebaliknya pada tujuan khusus, biasanya berisikan penjabaran mengenai hal yang akan dicapai agar memenuhi pencapaian tujuan umum, ialah tahap – tahap yang akan dilaksanakan dalam penelitian.

5. Manfaat Penelitian 

Jabarkan manfaat akan hasil dari suatu penelitian secara jelas maupun singkat demi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi kebidanan, seni pemecahan masalah atau lainnya.

6. Landasan Teori (Kajian Pustaka)

Pada tahap ini usahakanlah pustaka terbaru, relevan serta terbukti keaslinnya, seperti jurnal ilmiah. Jabarkan secara jelas kajian pustaka dimana memunculkan gagasan ataupun mendasari penelitian yang dilaksanakan.

Landasan teori / kajian atau tinjauan pustaka menjabarkan teori, temuan serta bahan penelitian lain dimana diperoleh dari acuan pustaka, dimana yang mendukung pada penelitian tersebut. Biasanya tinjauan ini mengacu pada daftar pustaka nantinya.

7. Metodologi Penelitian 

Dengan menguraikan metode apa yang akan digunakan dalam penelitiannya, dimana uraian ini bisa meliputi variabel yang dipakai dalam penelitian, rancangan penelitian, teknik pengumpulan data dan analisis data, model yang digunakan, dan lainnya.

Biasanya pada penelitian yang menerapkan penggunaan metode kualitatif, bisa dijabarkan pendekatan yang digunakan, proses pengumpulan serta analisis informasi, dan proses penafsiran dan juga penyimpulan hasil penelitaian.

8. Objek Penelitian 

Pada tahap ini bersifat kondisi “attributes” pada sesuatu benda, orang maupun keadaan dimana menjadi pusat atau sasaran dalam penelitian tersebut. Sifat ini dapat seperti : sifat, kuantitas, kualitas, perilaku, kegiatan, pendapat / pandangan / penilaian seseorang, adanya pro – kontra (simpati – antipati), hasil proses suatu lembaga dan lainnya.

9. Metode Pengumpulan Data 

Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian kualitatif bisa dilaksanakan dengan beberapa cara, ialah sebagai berikut :

  • Wawancara = teknik pengumpulan data dimana dilakukan secara langsung dengan cara percakapan dimana yang menimbulkan suatu jawaban atas pertanyaan yang diajukan.
  • Diskusi kelompok
  • Observasi = melihat keadaan langsung pada lapangan dimana bisa menjadi data tambahan peneliti kualitatif terhadap mengembangkan penelitiannya.
  • Review dokumen = dilaksanakan terhadap sumber selain manusia, sebagai contoh : rekaman dan dokumen tertulis

Baca Juga : Chauvinisme Adalah

Disamping itu, teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian kuantitatif bisa diklasifikasikan sebagai berikut :

  1. Survey
  2. Eksperimen
  3. Interview

10. Metode Analisis Data 

Sesudah data telah dikumpulkan, selanjutnya analisis lah data tersebut. Pada penelitian kualitatif dapat dibedakan dalam beberapa jenis analisa data, ialah :

  • Descriptive Summary
  • Descriptive Statistic
  • Graphical Representation

Sedangkan dalam penelitian data kuantitatif bisa dibedakan menjadi beberapa jenis, ialah :

  1. Univariate = seperti distribusi frekuensi & pengukuran variasi
  2. Bivariate = seperti penggunaan tabulasi silang, scatter gram atau penggunaan asosiasi (lamba, gamma, beta, dan sejenisnya) 
  3. Multivariate = seperti penggunaan tabel – tabel presentase

11. Hasil Penelitian

Jabarkan kontribusi penelitian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, pemecahan masalah pembangunan, maupun pengembangan kelembagaan yang diharapkan.

12. Daftar Pustaka 

Pada tahap akhir ini isi pada penelitian seperti teori yang digunakan umumnnya diambil menggunakan buku pedoman yang konsistensi penulisannya bisa dijaga, namun tetap menggambarkan kualifikasi penelitiannya.

Bagaimana metode pengumpulan data dalam penelitian bersifat kualitatif ?

1. Wawancara
2. Observasi
3. Review Dokumen

Bagaimana metode pengumpulan data dalam penelitian bersifat kuantitatif ?

1. Survey
2. Eksperimen
3. Interview

Apakah tujuan dibuatnya proposal ?

Bertujuan agar memberikan suatu gambaran secara singkat pada rencana kegiatan penelitian yang akan dilaksanakan, melalui proposal diharapkan memahami seluruh kebutuhan yang telah direncanakan.

Baca Juga : Penulisan Gelar

Demikianlah pembahasan artikel Sistematika Penulisan Proposal kali ini, semoga bermanfaat dan menjadi ilmu pengetahuan baru bagi kalian semua, khususnya para pembaca.

Rate this post
Related posts: